You've got mail. <$BlogRSDUrl$>
<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5621222\x26blogName\x3dYou\x27ve+got+mail.\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://pyro23.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://pyro23.blogspot.com/\x26vt\x3d-1151650229955999858', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> <script type="text/javascript" src="http://www.makepovertyhistory.org/whiteband_small_right.js"> </script><noscript><a href="http://www.makepovertyhistory.org/"> http://www.makepovertyhistory.org</a></noscript>

Thursday, June 30, 2005

Detox

Mohon maaf atas keterlambatan apdet. Kepala dan hidup gue sekarang sedang penuh sesak dengan segala macam hal" yg ngga penting dan seharusnya ngga penting sampai akhirnya karena terlalu sering dicuekin malah jadi sangat" penting. Iya, gue memang sangat perlu detox.

Coba ya pikiran" dan masalah" ngga penting ini bisa divakum keluar. Pasti enak. Tapi tanpa segala pikiran" ini, kepala gue kosong dong ya. Lha otak aja udah tinggal dikit banget. Untung aja masih ada.

Capek, baru bersihin rumah. Gue pernah bilang kan kalo gue pernah kemalingan hampir 2 bulan yg lalu. Well... sepertinya mau ada yg malingin gue lagi. 2 hari lalu alarm rumah bunyi waktu gue dan housemate sedang dalam kamar. Security nelfon dan bilang bahwa sumber alarm sensor vibrasi kaca/pintu geser jendela kamar tidur utama. Gue saat itu tidur di kamar pas sebelah kamar tidur utama. Gue keluar kamar dan mencoba buka pintu geser di ruang keluarga atas. Kuncinya macet, dan untung gue ngga bisa keluar. Kalo ketemu muka dan muka sama maling itu, gue bisa mati muda.

Selama beberapa minggu sebelum kemalingan, ada telpon" anonim yg langsung ditutup saat telpon diangkat. Itu terjadi setiap hari lebih dari 3 kali. Setelah kemalingan, ngga pernah lagi. Pas malam alarm itu bunyi (sekitar 11.30 pm), kira" jam 12.25 pm (gue lg depan komputer jadi gue tau), ada telpon seperti itu lagi. Gue angkat, dan langsung dimatikan. Kami yg cuma berdua di rumah, spontan takut setengah mati, banyak" doa.

Besoknya kami memperoleh kesimpulan bahwa mungkin itu cuma burung (gila) yg nabrak kaca pintu. Mudah"an. Dan telpon" itu cuma dari orang yg sangat" iseng. Gue nerima kesimpulan itu, karena tidak begitu menakutkan, sampai hari ini....

Tadi gue lagi ngebersihin kaca" di sekitar rumah dan sampai ke pintu geser kamar bawah yg menghadap ke taman belakang. Di situ ada meja dan 6 kursi taman. 2 dari antara 6 kursi itu bertengger masing" 1 di samping pilar rumah yg nyambung ke balkon atas rumah. Silahkan buat kesimpulan sendiri. Sekarang ini gue terlalu paranoid buat tulis kecurigaan gue. Jujur, gue takut banget sekarang.

Plis, dukungan doa ya dari semuanya. Serem nih.

PS: Nanti kalo udah detox, gue usahain lebih kreatif lagi deh. Janji!

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Tuesday, June 21, 2005

Tadi malam...

Tadi malam lucu sekali
dinner dengan Hidup dan Mati
duduk semeja dengan mereka
makan bersama
lucu sekali

Hidup datang pertama
dia membawa bunga
bunganya mawar semua
tapi aku tidak suka
mawar itu klise
bosan saya dengan mawar
hahaha...

Mati datang kedua
datang membawa anggur dan bunga
bunga anggrek kesukaan saya
yg kata orang baunya semerbak menakutkan
seperti di kuburan
hihihi...

Datang waktu makan malam
kami duduk semua
duduk di lingkaran
saya tidak lupa mengucap doa
supaya diberkati semua makanannya
amin

Baru sempat perhatikan Hidup
berseri-seri seperti anak perawan
yg baru mau dinikahi pangeran tampan
macam mau dibawa ke sebuah kerajaan
makannya banyak Hidup itu
saya sampai bengong

Terus lirik lirik Mati
takut lihat paras dia
mukanya seperti menahan sakit gigi
dan kucek mata berkali kali
mungkin kelilipan dia
takut saya
tapi bunganya bagus
anggurnya juga enak

Hidup pegang paha saya
ajak saya masuk kamar berdua
saya lugu
tidak tahu mau apa
saya ikut ikut saja

Sampai dikamar Hidup tampar muka saya
tarik baju saya sobek semuanya
saya teriak sakit sedih
kurang ajar kamu ya
sudah saya undang makan kamu berani perkosa saya
tapi Hidup kuat badannya
apalagi sudah makan malam
saya jadi pencuci mulut
air mata saya habis diminumnya
Hidup puas nikmati antara paha saya

Mati gedor gedor pintu kamar saya
teriak teriak diluar marah marah
tapi pintu dikunci digembok tiga kali
sampai Hidup lelah lepaskan saya
teronggok di ujung tempat tidur
telanjang bersimbah malu
Hidup perkosa saya
saya masih muda

Mati masuk buru buru
tutup badan saya dengan kain putih halus
usap usap muka saya
tangis pahit peluk saya
Mati berang lihat Hidup
yg renggut habis hidup saya
Mati cium bibir saya
minta maaf seribu maaf
karena tidak datang lebih awal
hentikan Hidup perkosa saya

Mati bilang pada saya
seandainya saya mati sebelum hidup
seandainya...

lucu ya?
saya kira Mati menyeramkan
ternyata
Mati sayang saya
bawa saya dari penderitaan
jangan takut sama mati, kawan
takut sama Hidup

itu cerita saya
suatu malam dinner bersama
Hidup dan Mati

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Wednesday, June 15, 2005

Surat untuk Adik. Jangan buka sampai 2013!

Dearest Andrea,

Sekarang tahun 2005, dan kamu masih TK. Ini surat dari kakak untuk kamu, tapi mudah"an saat kamu baca kamu sudah besar. Sudah remaja. Sudah waktunya dapat nasihat. Dan mudah"an, Papa dan Mama masih ada...

Akan ada waktunya untuk hal" yg baru. Hal" yg tidak lagi baru untuk kakak. Semua itu sudah lewat jauh saat kamu baca surat ini. Akan ada waktu dimana kamu membenci orang tuamu, membenci kakak, membenci dunia karena tidak ada yg mengerti kamu. Akan ada waktu untuk pemberontakan", pasang anting" dimana mana, luapan" kemarahan yg ditujukan pada entah siapa. Waktu untuk beribu kegagalan dan segelintir keberhasilan. Waktu untuk bosan yg tiada ujungnya, pencarian yg entah kapan ketemunya, kesedihan yg entah kapan surutnya. Dan akan ada waktu untuk beribu air mata dan berjuta kehilangan.

Akan ada saatnya untuk hasrat" yg meluap. Ketertarikan pada lawan jenis, nafsu, perubahan, perasaan" aneh. Waktu untuk bereksperimen, mencoba hal" baru. Waktu untuk mengikuti tren, tunduk pada tekanan teman", mencari jati diri, menutup telinga pada kata hati. Akan ada hal" yg membuat kamu merasa bersalah, karena kamu tahu harusnya tidak kamu lakukan tapi kamu lakukan juga, entah kenapa. Kamu akan temui orang" yg aneh, menarik, menakutkan, jahat, baik, jujur, pembohong, kamu akan temui semuanya, dan kamu akan bertanya tanya kenapa ada orang semacam itu? Apa salah kamu? Kenapa mereka begitu? Akan ada waktu untuk banyak pertanyaan tak terjawab.

Tentu saja, ada saatnya untuk jatuh cinta. Tapi biar kamu rasakan itu sendiri, karena untuk kakak, itu masih berupa misteri, sampai sekarang. Dan dengan jatuh cinta, akan datang sakit hati. Saat itu terjadi, jangan tanyakan apa yg salah dengan dirimu. Maafkan saja dia, karena tidak dapat melihat indahmu. Akan ada banyak "dia" yg lain. Lupakan satu, tumbuh seribu.

Akan ada waktu dimana kamu membenci dirimu sendiri. Bertanya tanya kenapa kamu tidak cantik seperti temanmu yg itu, manis seperti model iklan itu, langsing seperti peragawati itu, pintar seperti orang" itu... Atau mungkin tidak akan ada pertanyaan" itu. Mungkin kamu sudah sangat cantik, manis, langsing, pintar, lebih dari orang" yg lain. Hati" dengan kesombongan. Dia sangat berbahaya.

Kakak ingin meminta maaf, karena kakak tidak dapat berada disana terus. Kakak sangat jauh, walaupun kakak sangat ingin melihat kamu tumbuh. Ingin dapat mengatakan semua ini sendiri tanpa harus lewat surat. Setiap kamu bertanya "Kapan kakak pulang sekolah?", hati ini menangis. Kakak ingin pulang. Mungkin nanti. Ya, sayang?

Ada banyak hal yg kakak lupa tuliskan. Tapi nanti kamu akan tahu sendiri. Dan mudah"an, nanti kakak masih disana untuk membantu kamu menyusuri jalan yg sudah kakak lewati sendiri. Akan ada banyak perubahan pada jalan itu, tapi kakak sudah tahu dimana saja ada hambatan. Mudah"an, kakak masih ada untuk melihat kamu menjalani semuanya.

Missing you very much,
Kakak.






kangen...

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Thursday, June 09, 2005

Dulu Mama sama Papa ketemu dimana?

Kalo inget" dulu nanya sama bonyok gue mereka ketemu dimana, jadi ngerasa lucu. Ortu gue ketemu di universitas. Mereka satu jurusan dan satu kelas juga. Nyokap yg pinter dan rajin, bokap yg males tapi cerdas. Jadilah gue.

Mungkin kalo balik ke jaman 20 tahun sebelum bonyok gue ketemuan, orang" yg ditanya sama anak"nya ketemuan dimana jawabannya lumayan keren. Ketemu waktu perang. Ayah gerilyawan, ibu gerilya...wati (?), sama" bergerilya lawan Jepang. Ayah korban perang, ibu perawat (cieh The English Patient). Atau ngga ya dijodohin.

Generasi ortu gue rata" ketemuan di universitas. Udah jaman belajar soalnya. Jadi standar, ga terlalu seru. Kalo jaman kita nanti gimana? Loncat 15 tahun ke depan (untuk org seumuran saya yg 20an ya), saat anak" kita bertanya dimana papa/papi/ayah/daddy ketemu sama mama/mami/ibu/mommy, kita jawab apa ya?

Kita harus ngaku, jaman kita emang lebih funky dibanding ortu" kita. Gue bisa ngebayangin beberapa jawaban ajaib. Hehehe... here goes.

Papa sama Mama ketemuan di konser. Kita lagi moshing" terus nabrak. Sambil ngusap" benjol kita saling tatap. Love at first sight! (anak muntah" kali ya)

Papi sama Mami ketemuannya waktu chatting. Kita chatting lama" terus akhirnya ketemuan dan cocok. Akhirnya kita mutusin buat nikah deh. Nikahnya juga online lho!! (anak bengong) < pengalaman pribadi lho!

Ayah sama Ibu ketemuan waktu demonstrasi tahun sekian. Saat itu pemerintah mengeluarkan putusan bahwa siswa" smu dan anak" kuliah tidak diperbolehkan untuk mengikuti Pemilu. Ayah adalah ketua demonstrasi dan kemana mana bawa toa (ngga ngerti gue ini kenapa). Ibu adalah salah satu 0rang yg ikut marching sama Ayah, dan dia juga ikut waktu kami melakukan demo mogok makan di depan gedung MPR/DPR di Jakarta. Memang ya pemerintah kita itu blablablablablabrrzzbggett... (anak ketiduran).

Daddy dulu rock star! Mommy dulu groupie. Yeah! (anak cengo)

Mama sama Papa ketemuan di Blogger. (wakakakakak.. pengalaman pribadi bo!)

Ketemuan di Timezone. Ketemuan di seminar demonstrasi alat" KB. Di biro jodoh online. Di warnet. Di tempat bikin tato (nyak bapak gangster). And so on.

Keren abis! Hahaha... Gue sendiri sih ngga ada niat buat nikah. Jadi mungkin gue salah satu yg nanti bilang: "Kamu ngga punya papa/mama, sayang. Mama/Papa ini single-parent" entah karena hamil diluar nikah, atawa cerai, atawa memang mengadopsi anak tanpa menikah dulu (Angelina Jolie, AI LAP YU!).

Jadi, siapin jawaban dari sekarang, Papa sama Mama ketemuan dimana?

Update: Blog gue diresensi sama Kuda. Hehehe... Koq kesannya blog gue wah banget ya jadinya? Overrated gitu loh. But thank you so much, da. *mwah mwah*

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Sunday, June 05, 2005

Hey You!!!

Kamu mau jawaban? Okay. Aku kasih kamu jawaban. Sepertinya jawaban langsung dari mulut atau dari semua sms" itu ngga ada efeknya. Kamu bilang kamu percaya jawabanku dulu, tapi dulu tidak ada saksi. Sekarang kuberitahu pada dunia semua jawaban"ku.

1. Ya! Aku masih sangat sayang kamu.
2. Ya! Aku masih ingin bersama kamu.
3. Ya! Memang cuma ada kamu.
4. Ya! Semua memang tidak sama, tapi aku juga berusaha. Tolong beri aku waktu. Tidak semudah itu mengembalikan sesuatu. Tidak secepat itu.
5. Tidak! Aku tidak mau melepaskan kamu. Tidak sekarang. Mungkin nanti. Saat hati ini sudah siap melihat kamu pergi.

Sudah ya! Berhenti bertanya terus. Kamu tahu aku. Semakin keras kamu memeluk aku, semakin keras pula aku mencoba lari darimu. Jadi biarkan aku berjalan bergandengan bersamamu. Berikan ruang napas bagiku. Kamu ingat? Claustrophobia. Aku sungguh" tentang itu.

Sekarang siapakah yg kamu mau? Kamu ingin seseorang yg selalu bilang sayang? Selalu ada? Selalu smsan, telpon"an, kontak setiap waktu, selalu manja? Itu bukan aku. Akukah yg kamu mau? Ya aku memang pernah seperti itu, tapi tidak selalu. Ini juga aku. Jangan anggap kalau aku yg berubah. Aku tidak berubah. Ini tetap aku. Kamu melihat kelanjutan dari diriku. Ini aku setelah beberapa bulan berjalan. Bukan, aku bukan bosan. Aku bukan benci. Ini juga bukan konsekuensi dari kesalahanmu waktu itu. Ini aku. Keseluruhan diriku. Kamu tidak suka ini? Ya sudah. Tinggalkan aku. Carilah yg seperti aku waktu itu. Tapi aku masih sayang kamu. Apapun bentuknya itu.

Kembali lupakah kamu, bahwa kamu matahariku?

Atau mungkin aku harus memperjelas diriku. Okay. Aku coba jelaskan diriku padamu. Aku coba. Paham atau tidak bukan salahku. :p

Aku tidak bisa terus menerus kontak"an dengan kamu seperti dulu. Aku sudah merasakan membayar ratusan dollar untuk biaya hape. Aku tidak mau itu terjadi lagi. Penghasilanku berkurang sekarang sejak aku berhenti kerja disana. Jadi bila aku tidak membalas, tolong jangan panik. Bukan maksudku mendiamkan kamu. Itu hanya caraku. Dan maafkan bila kamu tidak suka itu. Kamu mengerti sampai sini?

Aku bukan jenis orang yg bisa terus menerus ada disana. Ada waktu"nya aku ingin sendiri juga. Bersama teman"ku juga. Aku kira aku sudah pernah katakan ini pada kamu. Masih kurangkah? Ya, mungkin aku memang seperti orang yg tidak perduli. Cuek. Dingin. Bukan begitu. Bukan itu maksudku. Tapi ini aku. Ini sisi yg mungkin tidak kamu suka, tapi ini aku.

Sekali lagi, semakin keras kamu mencoba memeluk aku, semakin keras aku mencoba lari dari kamu. Bukankah kamu pernah lihat itu terjadi sebelumnya? Masih belum jelaskah? Mungkin kamu butuh seseorang yg lain dari aku sekarang? Itu maumu?

Sudahlah. Jangan jawab. Aku kenal kamu. Aku tahu kamu. Sudah sejauh itu kedekatan kita. Jadi jangan jawab pertanyaan" itu. Aku sudah tahu semua jawabannya.

Aku sayang kamu. Tidakkah itu cukup untukmu? Haruskah aku menunjukkannya setiap detik kita bersama? Itu melelahkan, Cinta. Dan aku tidak punya energi sebanyak itu. Jadi sudahlah. Hentikan semua pertanyaan itu. Ngga penting banget gitu loch.

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

Wednesday, June 01, 2005

Ngoceh Terus

Malam, semua lampu di kamar tidur putus, hidup dalam gelap, piring berserakan dimana mana, keteraturan? apa itu keteraturan?

dan aku terpekur lagi. malam. seandainya semua selalu terang. lebih gampang melihat ke depan, samping, belakang, walaupun tidak mau lihat belakang. untuk apa? toh sudah ditinggalkan orang, tidak diingat lagi. terlalu banyak koma disini.

entah kenapa harus selalu terjaga. tiada lelah. kantuk meleleh pergi menetes dari ujung pelupuk mata, hampir tidak ada kesadaran. kau sebut dirimu insomnia. sebenarnya, kamu masokis.
bunuh diri pelan pelan. nikmat ya? enak ya? penting ya?

sejak kapan kamu bersahabat dengan kegelapan? harusnya tidak, apalagi setelah melihat film itu. takut. kamu memang selalu takut. hidup dalam ketakutan kan? terus sekarang apa yg terjadi denganmu? perubahan apa disana? terlalu banyak tanda tanya disini. iya?

penting ya?

susah ya?

diam dengan satu saja? puas dengan yg sudah ada? susah ya?

iya... susah. keteraturan itu tidak ada. tidak pernah ada. tidak pernah akan ada. tidak bisa. tidak tahu kenapa. harusnya ada, tapi terlalu malas dia menyapa. manis manis manis habis. hilang punah terpecah. terlalu banyak aura negatif disini, kata dukun sebelah rumah. eh, aku punya tetangga?

yg merajalela hanya Malam. gelap siang berganti pasti. mungkin akan begitu terus. akan berguncang dunia pada saat kamu akhirnya menyerah. aku akhirnya menyerah. kamu/aku/kami. mulai bosan Malam. ingin datang lebih panjang. memang sudah gelap sejak pukul 5 sore kok. jadi apa bedanya? toh kalian sudah berteman sekarang.

*hela napas*
kenapa menghela napas? hidup susah ya? harus jualan koran dulu untuk makan ya? cari uang sendiri untuk biayai sekolah ya? ibu sakit dirumah dan ayah pemabuk/penjudi/main perempuan lain yg seumur kamu ya? tidak pernah rasakan bahagia ya? merasa punya hak menghela napas panjang ya? gitu ya? iya?

pada akhirnya pun semua akan musnah. kamu cuma sebutir molekul di hamparan lautan DNA yg punya bentuk pasti. kamu tidak pernah akan menjadi. seterusnya sampai disini saja perkembanganmu. kamu kan dilepas dengan beribu pesimisme dari orang orang yg berkata mendukung kamu. seharusnya kamu tahu kan.

dan ada lagi kamu. yg terus terusan bertanya. tanyakan jawaban yg tidak ingin kamu dengar. buat sajalah yg enak didengar kupingmu. toh otak itu masih bertengger di ujung dengkulmu kan? hati hati terantuk. nanti pusing kamu. pelajari taksonomy monyet/primata/pongid apalah istilahnya. kamu hafalkan segala familia ordo superfamilia macam merek makanan saja semua itu. hafalkan tanpa tanda tanya di bibirmu. toh bibirmu kering pecah pecah sebentar lagi hilang tertiup angin. kamu jarang gunakan mulut itu kok. terlalu banyak diam disini.

diam saja. kamu kan jago diam.

ya sudah. aku bosan denganmu. pulang saja sana. peluk insomnia. mati sekalian. patah tumbuh hilang berganti, kata orang optimis. bukan kamu. jelas itu! terlalu banyak kamu disini.

|

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

This page is powered by Blogger. Isn't yours?